Kemeja bisa ditemukan dipasaran mulai dari yang bermerk sampai yang
tidak. Bahkan di tempat penja terdekat kita bisa membuat kemeja custom dengan
ukuran kita sendiri. Bahan yang dipakai pun sangat beragam tergantung
peruntukan kemeja itu. Untuk perkantoran, biasanya menggunakan kemeja yang
lembut dan tipis dan seringkali menjadi baju bagian dalam untuk jas dan dipadukan
dengan dasi.
Selain kemeja, kita juga sering mendengarkan istilah hem. Hem sering
juga dipakai untuk menamai baju yang memiliki deskripsi yang serupa dengan
kemeja. Di masyarakat pun banyak menjadi pertanyaan, apa sebenarnya perbedaan
kemeja dan hem? Apakah benar bahwa kemeja dan hem adalah barang yang berbeda?
Pertama-pertama kita kenali dari mana asal-usul kata-kata hem. Hem dalam
istilah jahit menjahit adalah metode menjahit bagian bawah baju dengan cara
melipat dan menjahitnya sehingga terlihat rapi.
Jika kita membiarkan ujung kain pada baju tidak dijahit hem, maka baju
akan terlihat tidak rapi dan terkesan lecek berantakan.
Sering juga jahit hem dilakukan jika kita ingin memotong panjang baju
agar lebih muat untuk kita pakai, terutama jika baju ingin kita pakai tanpa
kita masukan ke dalam celana.
Jahit hem sangat umum dilakukan untuk kemeja, karena kemeja biasanya
bisa dipakai dengan dua cara yaitu dimasukan ke dalam celana dan tidak
dimasukan ke dalam celana. Jika kemeja tidak masukan ke dalam celana maka
bagian bawah kemeja wajib di hem agar terlihat rapi.
Kemeja yang tidak dimasukan ke dalam celana biasanya dipakai untuk lebih
santai, namun seringkali model kemeja tidak masukan ke dalam celana tapi
diperuntukan untuk acara formal seperti contohnya adalah batik.
Kemeja yang dimasukan ke dalam celana, biasanya tidak memiliki jahitan
hem dibagian bawah. Sehingga jika kemeja tersebut tidak dimasukan ke dalam
celana, maka akan terlihat tidak rapi dan berantakan, terlebih lagi biasanya
kemeja biasa memiliki bagian bawah yang panjang karena memang didesain awal
untuk dimasukan ke dalam celana. Jika kemeja tersebut hendak dipakai tanpa
dimasukan ke dalam celana maka harus dihem terlebih dahulu.
Seiring waktu, di masyarakat akhirnya muncul pengertian bahwa hem adalah
jenis kemeja yang bagian bawahnya tidak dimasukan ke dalam celana. Akan tetapi
sebenarnya kemeja dan hem adalah barang yang sama hanya dengan bentuk yang sed
ikit berbeda. Namun tidak jarang juga jika istilah hem dan kemeja saling
tertukar. Hem sering diartikan kemeja yang tidak formal atau santai.
0 komentar:
Posting Komentar