Nama lain adalah, kamisa, yang masih dekat dengan bentuk
aslinya, blus, dari bahasa Perancis, terutama untuk wanita dan hem dari bahasa
Belanda.
Sampai awal renaissance Eropa, kemeja tergolong garment dalam.
Dapat dipercaya status pria untuk menyatakan kemeja. Tetapi menutupi kain linen
putih menjadi sangat sulit dengan kesukaan renaissance untuk sampai bahu, dada
dan lengan bawah.
·
Camp
shirt – kemeja lengan
pendek atau blus sederhana dengan saku depan dan kerah kamping
·
Dress
shirt – kemeja dengan kerah formal (agak kaku), umumnya dengan bukaan penuh
dari bawah hingga kerah dan menngunakan kancing dan lengan dengan manset
·
Dinner
shirt – kemeja khusus dibuat untuk dikenakan dengan pakaian malam laki-laki,
misalnya dasi hitam atau dasi putih
·
Winchester
Shirt – sebuah baju kemeja bergaris atau berwarna namun dengan kerah putih dan
manset
·
Guayabera
– sebuah kemeja bersulam (bordir) dengan empat saku
·
Poet
shirt – kemeja longgar atau blus dengan lengan uskup penuh, biasanya dengan
embel-embel besar di depan dan di manset.
·
T-shirt
– lihat definisi & sejarah kaos di halaman lain dacostume.com
·
Polo
SHIRT – lihat definisi & sejarah kaos di halaman lain dacostume.com
·
Baseball
shirt - biasanya dibedakan oleh tiga perempat lengan, lencana tim, dan jahitan
pinggang datar
·
Tunic
– nama ini berasal dari bahasa Latin, tunika, umumnya dikenakan oleh laki-laki
dan perempuan di Romawi Kuno, dibedakan oleh-sepotong konstruksi dua.
·
Blus
wanita berlengan dan berkelepai – istilah umum untuk korset dari gaun atau
untuk blus atau kemeja wanita dari awal abad ke-19 melalui periode Edwardian
·
Night
shirt – Pakaian ringan untuk tidur .
·
Sleeveless
Shirt – Sebuah kemeja tanpa lengan. Disebut juga sebagai tank top
·
Halter
top – yang tanpa lengan, produk konveksi tanpa lengan bagi perempuan. Biasanya
menggunakan tali di bagian belakang leher dan di punggung bawah, seprti
mengenakan apron
Sumber : http://www.kumpulansejarah.my.id/2012/02/sejarah-awal-adanya-kemeja-di-dunia.html
0 komentar:
Posting Komentar